Taubat

مَنْ لَا أَرْضَ لَهُ لَا بِنَاءَ لَهُ، كَذَلِكَ مَنْ لَا تَوْبَةَ لَهُ لَا حَالَ لَهُ وَلَا مَقَامَ
Orang yang tidak memiliki tanah maka ia tidak akan mempunyai bangunan ,demikian pula orang yang tidak bertaubat, tidak akan mendapatkan tempat di sisi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
[al-Minah as-Saniyah h. 2]

وقال عليه السلام: «للهُ أفرح بتوبة عبده المؤمن من رجل نزل في أرض مهلكة معه راحلته عليها طعامه وشرابه, فوضع رأسه فنام فاستيقظ وقد ذهبت, فطلبها حتى إذا اشتد عليه العطش أو ما شاء الله قال أرجع إلى مكاني الذي كنت فيه فأنام حتى أموت، فوضع رأسه على ساعده ليموت, فإذا راحلته عنده عليها زاده وشرابه, فالله أشد فرحا بتوبة العبد المؤمن من هذا براحلته» إه
Nabi SAW bersabda: “sungguh Alloh lebih bahagia dengan taubat hamba-Nya yang beriman daripada seseorang yang singgah di suatu tempat … bersama kendaraan yang di atasnya terdapat makanan dan minuman (sebagai bekal). Kemudian orang tersebut meletakkan kepalanya, lalu tidur; kemudian ia bangun, (pada saat itu) kendaraan dan perbekalannya telah hilang. Lalu ia mencarinya, hingga ia merasa sangat haus, … ia berkata ‘aku akan kembali ke tempat tadi, lalu aku tidur (di tempat tersebut) hingga mati’. Lalu ia meletakkan kepala di atas lengannya agar ia mati (di tempat tersebut), tiba-tiba kendaraan beserta bekal dan minumannya hadir kembali di sisinya. Alloh lebih bahagia dengan taubat hamba-Nya yang mukmin daripada (kegembiraan) orang tersebut dengan kendaraannya”.
 [Kifayah al-Atqiya, hal. 15]
FB Comments
0 Blogger Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...