Maulid Barzanji: (7) Wanita-Wanita yang Menyusui Nabi SAW

Oleh: Hasan Basri Hambali

وَأَرْضَعَتْهُ أُمُّهُ أَيَّامًا ثُمَّ أَرْضَعَتْهُ ثُوَيْبَةُ الْأَسْلَمِيَّةُ *
Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) disusui oleh ibunya selama beberapa hari, kemudian disusui oleh Tsuwaybah al-Aslamiyyah,

اَلَّتِي أَعْتَقَهَا اَبُو لَهْبٍ حِينَ وَافَتْهُ عِنْدَ مِيلَادِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ بِبُشْرَاه *
yang dimerdekakan oleh Abû Lahab ketika Tsuwaybah mendatanginya membawa kabar gembira perihal kelahiran Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam.

فَأَرْضَعَتْهُ مَعَ ابْنِهَا مَسْرُوحٍ وَأَبِي سَلَمَةَ وَهِيَ بِهِ حَفِيَّة *
Tsuwaybah menyusui Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) bersama dengan anaknya, yaitu Masrûh dan Abû Salamah. Ia sangat menyayangi Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam).

وَأَرْضَعَتْ قَبْلَهُ حَمْزَةَ الَّذِي حُمِدَ فِي نُصْرَةِ الدِّينِ سُرَاه *
Sebelumnya, ia menyusui Hamzah (Rodhiyallôhu ‘anhu) yang terpuji prilakunya dalam membela agama.

وَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْعَثُ اِلَيْهَا مِنَ الْمَدِينَةِ بِصِلَةٍ وَكِسْوَةٍ هِيَ بِهَا حَرِيَّة *
Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam selalu mengirimi nafkah dan pakaian yang layak dari Madinah (ke Mekkah) untuk Tsuwaybah,

إِلَى أَنْ اَوْرَدَ هَيْكَلَهَا رَائِدُ الْمَنُونِ الضَّرِيحَ وَوَارَاه *
[hingga Tsuwaybah meninggal dunia dan tubuhnya tertutup oleh kubur]

قِيلَ عَلَى دِينِ قَوْمِهَا الْفِئَةِ الْجَاهِلِيَّة *
Dikatakan, (bahwa Tsuwaybah meninggal dunia) dalam agama kaumnya, yaitu golongan jahiliyyah.

وَقِيْلَ أَسْلَمَتْ أَثْبَتَ الْخِلَافَ ابْنُ مَنْدَهَ وَحَكَاه *
Dikatakan (dalam pendapat lain) bahwa ia (meninggal) dalam Islam. Ibnu Mandah menetapkan adanya perbedaan pendapat.

ثُمَّ أَرْضَعَتْهُ الْفَتَاةُ حَلِيمَةُ السَّعْدِيَّة *
Kemudian Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) disusui oleh seorang pemudi, yaitu Halîmah as-Sa’diyyah.

وَكَانَ قَدْ رَدَّ كُلُّ الْقَوْمِ ثَدْيَهَا لِفَقْرِهَا وَأَبَاه *
Sungguh susunya telah ditolak oleh seluruh kaum karena kefakirannya.

فَأَخْصَبَ عَيْشُهَا بَعْدَ الْمَحْلِ قَبْلَ الْعَشِيَّة *
Maka setelah mengalami kesulitan, kehidupannya menjadi subur sebelum datang waktu malam.
[Setelah menerima Muhammad Shollallôhu ‘alayhi wa sallam pada siang hari, kehidupan Halîmah berubah menjadi subur sebelum datangnya waktu malam]

وَدَرَّ ثَدْيَاهَا بِدُرِّ دَرٍّ أَلْبَنَهُ الْيَمِينُ مِنْهُمَا وَأَلْبَنَ الْآخَرُ أَخَاه*
Air susunya menjadi subur, putih bersih laksana mutiara. Ia menuyusui Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) dari sebelah kanan, dan menyusui saudara sesusunya dari yang lainnya (sebelah kiri).
[satu riwayat menyebutkan bahwa saudara sesusu Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam adalah ‘Abdullôh bin al-Harts]

وَأَصْبَحَتْ بَعْدَ الْهُزَالِ وَالْفَقْرِ غَنِيَّة *
Halîmah menjadi kaya setelah menderita kelemahan dan kekurangan harta.

وَسَمِنَتِ الشَّارِفُ لَدَيْهَا وَالشِّيَاه *
Unta dan kambing-kambing yang ada padanya menjadi gemuk.

وَانْجَابَ عَنْ جَانِبِهَا كُلُّ مُلِمَّةٍ وَرَزِيَّة *
Dan dari diri Halîmah terbuka semua kesulitan dan musibah.

وَطَرَّزَ السَّعْدُ بُرْدَ عَيْشِهَا الْهَنِيِّ وَوَشَاه *
[Kehidupannya dipenuhi dengan keberkahan]

[عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاةٍ وَتَسْلِيْم]
[Wahai Alloh, harumkanlah kuburnya yang mulia, dengan wangi-wangian berupa sholawat dan salam].
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
  • Terjemah Kitab al-Burûd (Maulid Imam al-Barzanjiy Rohimahullôh).
  • Tambahan penjelasan makna dari Kitab Madârij ash-Shu’ûd Ilâ Iktisâ` al-Burûd karya Syaykh Muhammad Nawawiy al-Bantaniy Rohimahullôh.
FB Comments
0 Blogger Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...