Maulid Barzanji: (4) Kelahiran Baginda Nabi SAW

Oleh : Hasan Basri Hambali

وَلَمَّا تَمَّ مِنْ حَمْلِهِ شَهْرَانِ عَلَى مَشْهُوْرِ الْأَقْوَالِ الْمَرْوِيَّة *
Ketika usia Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) dalam kandungan telah sempurna dua bulan, menurut pendapat yang paling masyhur,

تُوُفِّيَ بِالْمَدِيْنَةِ الْمُنَوَّرَةِ أَبُوْهُ عَبْدُالله *
ayahnya, yaitu ‘Abdullôh, wafat di Madinah al-Munawwaroh.

وَكَانَ قَدِ اجْتَازَ بِأَخْوَالِهِ بَنِيْ عَدِيٍّ مِنَ الطَّائِفَةِ النَّجَّارِيَّة *
‘Abdullôh telah melalui kota Madinah, ia tinggal bersama paman-paman (ayahnya), yaitu Banî ‘Adiy dari golongan Najjariyyah.


وَمَكَثَ فِيْهِمْ شَهْرًا سَقِيْمًا يُعَانُوْنَ سُقْمَهُ وَشَكْوَاه *
Ia tinggal bersama mereka selama satu bulan penuh dalam keadaan sakit, mereka sibuk, ia tidak bercerita tentang sakitnya.

وَلَمَّا تَمَّ مِنْ حَمْلِهِ عَلَى الرَّاجِحِ تِسْعَةُ أَشْهُرٍ قَمَرِيَّة *
Ketika usia Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) dalam kandungan, menurt pendapat yang kuat, telah sempurna sembilan bulan qomariyyah,

وَآنَ لِلزَّمَانِ أَنْ يَنْجَلِيَ عَنْهُ صَدَاه *
dan telah dekat waktu hilangnya rasa haus.
[Rosululloh Shollallôhu ‘alayhi wa sallam diserupakan dengan air, dalam hal keduanya menjadi sebab adanya kehidupan. Rosululloh Shollallôhu ‘alayhi wa sallam sebagai sebab hidupnya agama, sedangkan air adalah sebab adanya kehidupan bagi makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan]

حَضَرَ أُمَّهُ لَيْلَةَ مَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ آسِيَةُ وَمَرْيَمُ فِيْ نِسْوَةٍ مِنَ الْحَظِيْرَةِ الْقُدْسِيَّة *
Pada hari kelahirannya yang mulia, hadir kepada ibunya Sayyidah Âsiyah dan Sayyidah Maryam disertai oleh para bidadari dari surga.

وَأَخَذَهَا الْمَخَاضُ فَوَلَدَتْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُوْرًا يَتَلَأْلَأُ سَنَاه *
Bayi Mulia bergerak dalam rahim Sayyidah Âminah, maka ia pun melahirkan Baginda Nabi  Shollallôhu ‘alayhi wa sallam, cahayanya menyinari timur dan barat.

وَمُحَيًّا كَالشَّمْسِ مِنْكَ مُضِيْءٌ ... أَسْفَرَتْ عَنْهُ لَيْلَةٌ غَرَّاءُ
Wajah (Baginda Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) laksana matahari yang menyinari, membuka malam yang bersinar

لَيْلَةُ الْمَوْلِدِ الَّذِيْ كَانَتْ لِلدِّ ... يْنِ سُرُوْرٌ بِيَوْمِهِ وَازْدِهَاءُ
Malam kelahirannya menjadi hari kegembiraan bagi agama dan bertambahnya keagungan.

يَوْمَ نَالَتْ بِوَضْعِهِ ابْنَةُ وَهْبٍ ... مِنْ فَخَارٍ مَا لَمْ تَنَلْهُ النِّسَاءُ
Yaitu hari, Puteri Wahb memperoleh keluhuran yang tidak diperoleh oleh wanita-wanita lain, dengan melahirkan (Baginda Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam).

وَأَتَتْ قَوْمَهَا بِأَفْضَلَ مِمَّا ... حَمَلَتْ قَبْلُ مَرْيَمُ الْعَذْرَاءُ
Sayyidah Âminah membawa kepada kaumnya (Baginda Muhammad Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) yang lebih mulia dari yang sebelumnya dikandung oleh Sayyidah Maryam yang perawan (yaitu Nabi ‘Îsâ 'Alayhis salâm).

مَوْلِدٌ كَانَ مِنْهُ فِيْ طَالِعِ الْكُفْ... رِ وَبَالٌ عَلَيْهِمْ وَوَبَاءُ
Kelahiran (Baginda Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) menjadi bahaya bagi orang-orang kafir.

وَتَوَالَتْ بُشْرَى الْهَوَاتِفِ أَنْ قَدْ ... وُلِدَ الْمُصْطَفَى وَحَقَّ الْهَنَاءُ
Berita dari hatif pun tidak berhenti, bahwa Baginda yang terpilih (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) telah dilahirkan, dan kebahagiaan pun menjadi nyata.

هَذَا وَقَدِ اسْتَحْسَنَ الْقِيَامَ عِنْدَ ذِكْرِ مَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ أَئِمَّةٌ ذَوُوْ رِوَايَةٍ وَرَوِيَّه *
Pahamilah hal ini, para ulama yang mempunyai riwayah memandang baik (istihsân) untuk berdiri ketika menceritakan kelahiran Baginda Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) yang mulia.

فَطُوْبَى لِمَنْ كَانَ تَعْظِيْمَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَايَةُ مَرَامِهِ وَمَرْمَاهُ *
Kebaikan yang berlimpah bagi orang yang ujung pencarian dan tujuannya adalah mengagungkan Baginda Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam.

[عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاةٍ وَتَسْلِيْم]
[Wahai Alloh, harumkanlah kuburnya yang mulia, dengan wangi-wangian berupa sholawat dan salam].
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
  • Terjemah Kitab al-Burûd (Maulid Imam al-Barzanjiy).
  • Tambahan penjelasan makna dari Kitab Madârij ash-Shu’ûd Ilâ Iktisâ` al-Burûd karya Syaykh Muhammad Nawawiy al-Bantaniy.
FB Comments
0 Blogger Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...