Maulid Barzanji: (5) Baginda Nabi SAW Saat Dilahirkan

Oleh: Hasan Basri Hambali

وَبَرَزَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى الْأَرْضِ رَافِعًا رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ الْعَلِيَّة *
Baginda Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam keluar (dari rahim ibunya) dalam keadaan meletakkan kedua tangannya di atas tanah, mengangkat kepalanya (memandang) langit yang tinggi.

مُوْمِيًا بِذَلِكَ الرَّفْعِ إِلَى سُوْدَدِهِ وَعُلَاه *
Dengan mengangkat kepala tersebut menunjukkan isyarat akan kepemimpinannya (atas seluruh makhluk) dan keluhurannya dalam kesempurnaan,


وَمُشِيْرًا إِلَى رِفْعَةِ قَدَرِهِ عَلَى سَائِرِ الْبَرِيَّة *
dan isyarat akan ketinggian pangkatnya atas seluruh makhluk,

وَأَنَّهُ الْحَبِيْبُ الَّذِىْ حَسُنَتْ طِبَاعُهُ وَسَجَايَاه *
dan sesungguhnya ia adalah kekasih (Alloh) yang baik watak  dan sifat-sifat fisiknya.

وَدَعَتْ أُمُّهُ عَبْدَ الْمُطَّلِبِ وَهُوَ يَطُوْفُ بِهَاتِيْكَ الْبَنِيَّة *
Ibunya memanggil ‘Abdul Muththolib yang sedang mengelilingi bangunan (ka’bah) itu.

فَأَقْبَلَ مُسْرِعًا وَنَظَرَ إِلَيْهِ وَبَلَغَ مِنَ السُّرُوْرِ مُنَاه *
Maka ia segera menghadap, (lalu) ia melihat Muhammad (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam), ia pun mendapat kebahagiaan yang tak terhingga.

وَأَدْخَلَهُ الْكَعْبَةَ الْغَرَّاءَ وَقَامَ يَدْعُوْ بِخُلُوْصِ النِّيَّة *
‘Abdul Muththolib membawa Muhammad (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) masuk ke dalam ka’bah yang mulia dan ia bedo’a dengan niat yang ikhlas.

وَيَشْكُرُ اللهَ تَعَالَى عَلَى مَا مَنَّ بِهِ عَلَيْهِ وَأَعْطَاه *
Ia bersyukur kepada Alloh atas nikmat dan karunianya.

وَوُلِدَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَظِيْفًا مَخْتُوْنًا مَقْطُوْعَ السُّرَّةِ بِيَدِ الْقُدْرَةِ الْإِلهِيَّه *
Nabi Shollallôhu ‘alayhi wa sallam dilahirkan dalam keadaan bersih, telah dikhitan, telah dipotong tali pusernya oleh kekuasaan Alloh.

طَيِّبًا دَهِيْنًا مَكْحُوْلَةً بِكُحْلِ الْعِنَايَةِ عَيْنَاه *
Wangi tubuhnya, kedua matanya memakai celak.

وَقِيْلَ خَتَنَهُ جَدُّهُ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ بَعْدَ سَبْعِ لَيَالٍ سَوِيَّة *
Dikatakan, bahwa Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam) dikhitan oleh kakeknya ‘Abdul Muththolib setelah sempurna berusia tujuh malam.

وَأَوْلَمَ وَأَطْعَمَ وَسَمَّاهُ مُحَمَّدًا وَأَكْرَمَ مَثْوَاه *
Ia melaksanakan walimah, mengadakan jamuan makan, menamainya Muhammad, dan memuliakan martabat Nabi (Shollallôhu ‘alayhi wa sallam).

[عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاةٍ وَتَسْلِيْم]
[Wahai Alloh, harumkanlah kuburnya yang mulia, dengan wangi-wangian berupa sholawat dan salam].
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
  • Terjemah Kitab al-Burûd (Maulid Imam al-Barzanjiy).
  • Tambahan penjelasan makna dari Kitab Madârij ash-Shu’ûd Ilâ Iktisâ` al-Burûd karya Syaykh Muhammad Nawawiy al-Bantaniy.
FB Comments
2 Blogger Comments

2 komentar:

mad bsa mengatakan...

izin share ya kang, Lanjutkan :)

Admin mengatakan...

mangga, silahkan...

Posting Komentar

Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...