Al-Mawa'izh al-'Ushfuriyyah Bagian 11 : Keutamaan Shodaqoh

Hadits Kesebelas

Diriwayatkan bahwa Sayyidina 'Ali karromalloh wajhah pulang kerumahnya setelah mengujungi Nabi Muhammad SAW. Pada saat masuk ke rumah 'Ali melihat Fatimah sedang duduk sambil menenun wol dan di depannya duduk Salman al-Farisiy. 'Ali bertanya "wahai wanita mulia, adakah makanan yang bisa engkau hidangkan untuk suamimu?" Fatimah menjawab "demi  Alloh, aku tidak punya makanan apapun, tapi ini ada enam dirham yang diberikan oleh Salman agar aku menenun wol. Aku ingin membeli makanan untuk Hasan dan Husain". 'Ali berkata "wahai wanita mulia, bawalah uang itu ke sini!" Lalu Fatimah memberikan enam dirham tadi kepada 'Ali.

Sayyidina 'Ali lalu pergi untuk membeli makanan, tetapi diperjalanan ia bertemu dengan seorang lelaki yang sedang berdiri, lalu lelaki itu berkata "siapakah yang akan memberikan pinjaman kepada Alloh?" Lalu 'Ali pun mendekat dan memberikan enam dirham kepada orang tersebut. Kemudian 'Ali pulang ke rumah dengan tidak membawa apa-apa.

Ketika sampai di rumah, Fatimah menangis karena melihat 'Ali pulang dengan tidak membawa makanan. 'Ali bertanya "mengapa engkau menangis wahai wanita mulia?" Fatimah menjawab "wahai putera pamannya Rosululloh, aku melihatmu pulang dengan tidak membawa apa-apa".  'Ali berkata "aku meminjamkan uang tersebut kepada Alloh". lalu Fatimah berkata "aku setuju dengan perbuatanmu".

Kemudian 'Ali pergi untuk menjumpai Nabi SAW, di perjalanan ia menjumpai seorang badewi yang membawa seekor unta, badewi itu berkata "wahai bapaknya Hasan, belilah onta ini olehmu!" 'Ali menjawab "aku tidak punya uang". Badewi berkata "aku menjualnya sekarang dan engkau boleh membayarnya nanti". Lalu 'Ali bertanya "berapa harganya?" Badewi pun menjawab "seratus dirham". Maka 'Ali pun membeli unta tersebut.

Tidak lama kemudian 'Ali bertemu dengan badewi yang lain, badewi itu menghampiri 'Ali dan berkata "apakah engkau akan menjual unta itu?" 'Ali menjawab "ya". Badewi bertanya lagi "berapa harganya?" 'Ali menjawab tiga ratus dirham". Lalu badewi itu membeli unta milik Sayyidina 'Ali dan membayarnya dengan tunai.

Kemudian 'Ali pulang ke rumah, Fatimah tersenyum ketika melihat 'Ali dan bertanya "apa ini wahai ayahnya Hasan?" 'Ali menjawab "aku membeli unta ini seratus dirham dengan cara hutang, dan aku menjualnya tunai tiga ratus dirham". Fatimah berkata "aku setuju dengan perbuatanmu".

Setelah itu Sayyidina 'Ali berangkat untuk menemui Rosululloh SAW. Pada saat 'Ali masuk ke masjid, Nabi melihat Sayyidina 'Ali dan tersenyum. Ali menghampiri Baginda Nabi dan mengucapkan salam. Nabi SAW bertanya "wahai ayahnya Hasan, apakah engkau akan menyampaikan sesuatu, ataukah aku?" 'Ali menjawab "engkau wahai Rosululloh". Lalu Rosul SAW bersabda "wahai ayahnya Hasan, tahukah kamu siapa orang yang menjual unta kepadamu dan siapa yang membeli unta darimu?" 'Ali menjawab "Alloh dan rosul-Nya yang lebih mengetahui". Lalu Nabi bersabda "engkau mendapatkan keuntungan, bagus engkau 'Ali, engkau memberi pinjaman kepada Alloh sebanyak enam dirham maka Alloh memberimu tiga ratus dirham, setiap dirham diganti dengan lima puluh dirham. Orang yang pertama itu adalah Jibril, dan orang yang kedua adalah Isrofil". Dalam riwayat lain disebutkan bahwa "orang yang pertama adalah jibril, dan orang yang kedua adalah Mika'il."

Walloh a'lam bish showab

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Referensi: al-Mawa'izh al-'Ushfuriyyah, halaman10.
FB Comments
2 Blogger Comments

2 komentar:

Muhammad Namo mengatakan...

Assalamu'alaikum warohmatulloh :) pa Kiyai apakah kita boleh bersedekah kemudian mengharapkan balasan dari Alloh. Terima Kasih Wsslam warohmatulloh

Admin mengatakan...

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh,
bersedekah dengan mengharap balasan dari Alloh adalah perbuatan terpuji dan termasuk ke dalam kategori ikhlas.
Apabila balasan yang diharapkan berupa kenikmatan dunia, maka termasuk tingkatan ikhlas yang paling rendah (dunya).
Apabila mengharap balasan di akhirat, maka termasuk ikhlas pertengahan (wustho).
Sedangkan ikhlas yang paling tinggi ('ulya) adalah beribadah dengan hanya mengharap ridho Alloh SWT.
Walloh a'lam bish showab

Posting Komentar

Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...